Sebelum lebih jauh mengupas tentang
bagaimana overclock pada prosessor Intel Core i7, terlebih dahulu saya
ingin memperkenalkan teknologi prosessor ini dan perbedaannya dengan
teknologi yang ada sebelumnya.
IMC (Integrated Memory Controller) & Triple Channel DDR3
Perbedaan
mendasar antara teknologi Core i7 dengan teknologi Core 2 Duo/Core2
Quad terletak pada IMC (Integrated Memory Controller). Pada Core2
Duo/Core 2 Quad, IMC tertanam di dalam chipset (X38, X48, P45, dan
sebagainya). Hal ini menyebabkan kemampuan throughput dari memory
sangat tergantung dari kemampuan chipset. Sedangkan pada Core i7, IMC
dipindahkan ke prosesor sehingga chipset secara teoritis dapat bekerja
lebih ringan dan throughput kecepatan memory bandwidth lebih cepat
karena tidak perlu lagi melewati chipset (Northbridge).
Perbedaan arsitektur Core 2 Duo/Core2 Quad dengan Core i7
Front
Side Bus 1066, 1333 dan 1600 MHz yang dikenal pada prosessor Core2
Duo/Core2 Quad berganti menjadi QPI (Quick Path Interconnect) pada Core
i7. Demikian juga kecepatan FSB yang dulunya maksimal 1.6 GT/s berlipat
menjadi 6.4 GT/s. Hal ini dikarenakan kecepatan memory controller
internal pada CPU lebih efektif dibandingkan memory controller pada
Northbridge, belum lagi ditambah implementasi Triple Channel DDR3 pada
platform Core i7. Walaupun, manfaat atau efek implementasi Triple
Channel DDR3 ini masih belum begitu signifikan pada aplikasi nyata.
Sebagai
tambahan, pada Core i7 Intel kembali mengimplementasikan teknologi
Hyperthreading (HT) atau juga dikenal Simultaneous Multi Threading
(SMT). Total inti prosessor pada Core i7 berjumlah 4 buah inti (core)
dan masing masing inti memiliki SMT, sehingga total ada 8 thread pada
sebuah prosessor Core i7.
QPI (Quick Path Interconnect)
QPI
adalah kecepatan bus pengganti FSB, kalau FSB adalah jalur transmisi
data antara chipset, prosessor dan memory, QPI lebih sederhana lagi.
QPI adalah kecepatan transmisi data dari prosessor ke chipset. Bila
sebelumnya kita mengenal Northbridge sebagai chipset yang mengatur
prosessor, memory dan jalur PCI-E, maka pada Core i7, chipset dikenal
dengan nama IOH (Input-Output Hub) yang bertugas sebagai jalur input
dan output dari seluruh sistem.
Bclk (CPU Host Frequency) & CPU Multiplier
Total
clock atau total frekuensi sebuah prosessor Core i7 adalah hasil dari
perkalian CPU Host Frequency (Bclk) dengan CPU Multiplier (CPU Ratio).
Sebagai contoh, sebuah prosessor Core i7-965 Extreme Edition memiliki
kecepatan sebesar 3.2 GHz, kecepatan ini berasal dari hasil perkalian
24 (CPU Ratio) dengan 133 MHz (Bclk).
24 x 133 MHz = 3192 MHz (dibulatkan menjadi 3200 MHz)
Untuk
mengubah settingan ini di dalam BIOS (penulis menggunakan motherboard
GIGABYTE EX58-Extreme) masuk ke sub menu M.I.T. Disitu ada pilihan
perubahan frekuensi Bclk dari 1 hingga 1200 dan CPU Clock Ratio dari 1x
hingga 44x (tergantung dari jenis prosessor yang dipakai). Perubahan
pada angka Bclk otomatis akan mengubah frekuensi total prosessor.
Contoh :
24 x 150 MHz = 3600 MHz (3.6 GHz)
24 x 150 MHz = 3600 MHz (3.6 GHz)
Dengan
mengubah Bclk (CPU Host Frequency) dari 133 menjadi 150, Anda akan
mendapatkan kecepatan prosessor sebesar 3600 MHz (3.6GHz). Nilai ini
400 MHz lebih tinggi dari kecepatan standar prosessor Core i7-965
Extreme Edition.
Khusus untuk Core i7-965 Extreme, overclocking juga dapat dilakukan dengan mengubah nilai CPU Ratio atau CPU Multiplier.
Contoh :
28 x 133 MHz = 3724 MHz (3.724 GHz)
Dengan mengubah nilai CPU Clock Ratio dari 24 menjadi 28, akan didapatkan frekuensi prosessor sebesar 3724 MHz dari kecepatan standar 3200 MHz. Sekali lagi perlu diperhatikan, overclocking dengan mengubah CPU Clock Ratio hanya berlaku untuk prosessor jenis Core i7-965 Extreme. Untuk Core i7-920 dan 940 CPU Clock Ratio tidak dapat diubah ke angka yang lebih tinggi, karena secara fabrikasi Intel telah mengunci CPU Clock Ratio. Untuk Core i7-920 dan 940, overclocking hanya dapat dilakukan dengan mengubah CPU Host Frequency (Bclk).
Perlu
diingat, pada kondisi ter-overclock, faktor kestabilan sistem harus
diperhatikan. Ketidakstabilan dapat terjadi karena banyak hal, salah
satunya diakibatkan kecepatan QPI yang ikut naik (bila Bclk yang
dinaikkan), faktor lainnya adalah kecepatan DDR3 dan Uncore Frequency
yang ikut naik dari standarnya.
QPI standar prosessor Intel Core i7-965 Extreme adalah 6.4 GT/s dengan
Bclk sebesar 133 MHz, Uncore Frequency 2.66 GHz dan DDR3 pada kecepatan
1333 MHz. Perhatikan gambar di atas, jika Bclk dinaikkan sebesar 150
MHz akan berdampak pada naiknya frekuensi QPI, Uncore dan DDR3, ketiga
komponen ini erat dan saling ketergantungan dengan Bclk. Bila salah
satu dari ketiga komponen ini bekerja pada kondisi tidak normal atau
pada kecepatan lebih tinggi dari standar dan toleransi telah terlewati
akan menyebabkan ketidakstabilan pada system. Contoh ketidakstabilan
system berupa restart tanpa sebab, tidak dapat masuk ke operating
system, aplikasi sering error dan masih banyak lagi. Untuk mengatasi
ketidakstabilan system teroverlock, disediakan divider atau ratio pada
masing masing komponen QPI, Uncore dan DDR3.

No comments:
Post a Comment