QPI Link Speed.
Nilai
QPI Bus diperoleh dari hasil perkalian Bclk dengan QPI Multiplier (QPI
Link Speed). Pada kondisi Bclk berjalan pada kecepatan lebih tinggi
dari standar (overclock), QPI Bus juga akan ikut teroverclock. QPI
Multiplier pada kondisi default untuk Core i7-965 XE adalah 48, dengan
Bclk 133 MHz, maka 48 x 133 MHz = 6.384 GT/s (dibulatkan menjadi 6.4
GT/s). Sedangkan pada prosessor Core i7 -920 dan Core i7, QPI Bus lebih
rendah, yaitu 4.8 GT/s, diperoleh dari perkalian 36 x 133 MHz, artinya
Core i7-920 dan 940 memiliki QPI Multiplier standar sebesar 36.
Ketika
melakukan overclock melalui Bclk, dimana kecepatan Bclk dinaikkan dari
kondisi normal, misalnya 150 MHz, QPI Bus menjadi 48 x 150 MHz = 7200
(7.2 GT/s), terkadang terjadi ketidakstabilan sistem pada kondisi QPI
Bus setinggi ini. Untuk mengatasi masalah tersebut serta meningkatkan
kestabilan sistem, bisa Anda dapat menaikkan pasokan tegangan (voltase)
pada VTT dan PLL. Ini bisa Anda lakukan dari BIOS, pada submenu MIT
pilih QPI PLL Voltage atau QPI VTT.
PERHATIAN:
Perubahan tegangan ini hanya dapat dilakukan bila Anda menggunakan
cooling non standar Intel atau 3rd party cooling dengan performa
tinggi. Naikkan tegangan sedikit demi sedikit dan selalu uji kestabilan
sistem dengan benchmark.
Jika
pilihan menaikkan tegangan terlalu beresiko, cara lain yang dapat
dilakukan adalah dengan mengubah/menurunkan nilai QPI Link Speed, di
BIOS disediakan beberapa multiplier mulai dari AUTO, x36, x44,mx48 dan
Slow Mode.
Selain
itu, dengan menurunkan QPI Link Speed, perolehan Bclk serta total clock
prosessor juga akan lebih tinggi karena QPI Bus masih dalam batas
toleransi.
Di bawah ini dapat dilihat tabel QPI Bus dengan berbagai kemungkinan Bclk, CPU Ratio dan QPI Link Speed
Uncore Frequency
Uncore
Frequency berhubungan dengan kecepatan L3 Cache sekaligus memiliki
ikatan yang erat dengan QPI dan IMC. Semakin tinggi Uncore Frequency
maka kinerja akan semakin tinggi, meski pada kecepatan prosessornya
sama. Gambar di bawah ini akan menjelaskan posisi Uncore pada sebuah
prosessor Core i7.
Uncore
Frequency diperoleh dari hasil perkalian : Bclk x Uncore Multiplier.
Pada kondisi standar, Bclk 133 MHz, Uncore Multiplier bernilai 12,
sehingga Uncore Frequency menjadi 1600 MHz. Pilihan Uncore Multiplier
disediakan di BIOS dari 12 hingga 30. Jika ingin menaikkan kecepatan
Uncore, Anda tinggal ubah nilai Uncore Multiplier ke angka yang lebih
besar. Limitasi Uncore untuk pendingin berbasis udara atau air
(Heatsink Fan atau Watercooling) sekitar 4000 Mhz sampai 4100 MHz.
Sedangkan jika menggunakan pendingin subzero (Dry Ice, Phase Change
atau Liquid Nitrogen), limitasi Uncore ada pada angka 4500 MHz sampai
4600 MHz.
Memory Multiplier
Faktor
penting terakhir dalam overclocking Intel Core i7 adalah Memory
Multiplier. Prosessor berkecepatan tinggi (dibaca : clock), akan
memiliki performa yang tidak seimbang bila tidak diikuti dengan
kecepatan memory yang tinggi juga. Disini memory multiplier memegang
peranan. Dua buah sistem dengan prosesor yang sama dan kecepatan
clocknya sama bisa berbeda dalam hal kinerja karena perbedaan frekuensi
memory.
Di
bawah ini terdapat tabel kalkulasi divider dan kecepatan memory.
Motherboard yang digunakan adalah GIGABYTE EX58 Extreme, sehingga tabel
ini diperuntukan hanya untuk motherboard tersebut.
Multiplier
Memory dapat diubah dari BIOS pada pilihan System Memory Multiplier di
dalam sub menu MIT. Multiplier yang disediakan mulai dari 6.0, 8.0,
10.0, 12.0, 14.0, 16.0 dan 18.0. Misalkan Core i7-965XE dengan Bclk 133
MHz berjalan pada kondisi standar, memory berjalan pada kecepatan 1333
MHz. Hal ini berarti multiplier memory bekerja pada 10.0. Jika ingin
menaikkan performa sistem tanpa menaikkan kecepatan Bclk atau CPU
Ratio, naikkan saja memory multiplier ke angka multiplier yang lebih
tinggi. Untuk mencapai hal ini tentu saja dibutuhkan memory DDR3 yang
mampu berjalan lebih tinggi.
CONTOH:
Sebuah sistem berbasis Intel Core i7 menggunakan memory DDR3 Triple
Channel 1600 MHz. Ketika dipasangkan pada kondisi standar, BIOS akan
tetap mengenalinya sebagai DDR3-1333, multiplier memory yang bekerja
pada multi 10. Alangkah mubazirnya, kecepatan memory setinggi ini hanya
berjalan pada 1333 MHz. Untuk dapat memanfaatkan kecepatan 1600 sesuai
standarisasi pabrik memory, memory multiplier dapat diubah menjadi
12.00, sehingga kecepatan memory berjalan pada 1600 MHz ( 133 MHz x
12.0). Kecepatan memory juga akan ikut berubah, bila Bclk dinaikkan.
Contoh Bclk pada kecepatan 150 MHz dengan memory multiplier 12, total
kecepatan memory yang diperoleh akan menjadi 150 Mhz x 12.0 = 1800 MHz.
Part III coming soon............, tunggu saja yach......



No comments:
Post a Comment