Mitos Tegangan Overclocking Intel Core i7
Tegangan
atau voltase mutlak diperlukan untuk overclocking. Tegangan tidak hanya
berperan dalam pencapaian overclocking, namun juga berpengaruh besar
pada kestabilan overclocking itu sendiri. Mitos-mitos menyangkut
tegangan seperti tegangan memory jangan lebih dari 1.65 volt, karena
dapat merusak prosesor memang ada benarnya. Bila dilihat dari
arsitektur Core i7 sendiri, IMC sudah terintegrasi pada prosesor,
dampak dari pemberian tegangan memory yang berlebihan akan dapat
merusak IMC sekaligus prosessor itu sendiri. Hal ini sebelumnya sudah
terjadi pada AMD.
Untuk
menghindari hal tersebut para produsen motherboard AMD membatasi
pilihan tegangan memory untuk menghindari rusaknya IMC pada prosesor.
Lalu, bagaimana nasib memory memory DDR3 yang memiliki tegangan
operasional diatas 1.65 volt ? Apakah masih bisa digunakan? Dalam
percobaan yang dilakukan, penulis pernah menggunakan tegangan hingga
1.8 volt dalam jangka waktu cukup lama dan tidak mengalami degradasi
pada prosesor atau hingga prosesor mati. Ternyata pengaruh tegangan
memory secara tidak langsung mempengaruhi tegangan lainnya, terutama
tegangan IOH (tegangan chipset atau IOH Core Voltage) dan QPI/ VTT
Voltage. IOH Voltage memiliki nilai default 1.2 volt dan QPI/VTT
Voltage memiliki nilai default 1.1 volt. Dalam percobaan, ternyata efek
menaikkan nilai kedua tegangan ini sangat membantu kestabilan sistem
terutama pada frekuensi memory tinggi dan tegangan memory yang tinggi.
Penulis mengatur IOH Voltage pada 1.25 volt dan QPI/VTT Voltage pada
1.3 volt. Pada nilai ini diperoleh kecepatan DDR3-2000 dengan tegangan
1.74 volt dan berjalan stabil. Screenshot dapat dilihat di bawah ini.
Penjelasan mengenai pilihan tegangan lainnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Kesimpulan
Overclocking
pada platform Core i7 ini lebih menarik dibandingkan platform
sebelumnya. Ada kesamaan yang kentara dengan overclocking pada platform
AMD. Tentu saja karena keduanya menggunakan konsep arsitektur yang
sama. Kecepatan prosessor tidak lagi menjadi kemutlakan dalam
mendapatkan kinerja yang lebih, namun parameter lain seperti QPI Bus,
Uncore Frequency dan tentu saja kecepatan memory menyumbang peranan
yang cukup signifikan dalam meningkatkan kinerja secara keseluruhan.
Hasil overclocking yang ideal diperoleh dari kombinasi kecepatan
prosessor, QPI Bus, Uncore Frequency, serta kecepatan memory. Komponen
komponen ini saling terkait dengan erat, disinilah letak keunikan
overclocking Core i7.



No comments:
Post a Comment