Merupakan sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia yang memiliki
letak goegrafis 70 57″ lintang selatan dan 1120 37″ bujur timur,
terletak 90 km sebelah selatan Kota Surabaya, dan wilayahnya
dikelilingi oleh Kabupaten Malang. Malang merupakan kota terbesar kedua
di Jawa Timur, dan dikenal dengan julukan Paris of East Java,
karena dengan ketinggian + 505 meter di atas permukaan air laut
menjadikannya memiliki suhu yang cukup dingin, kondisi alamnya yang
indah, dan kotanya yg bersih, bagaikan kota "Paris"-nya Jawa Timur.
TAMAN SENAPUTRA
Keindahannya pun tidak kalah menarik dengan Paris
yang sebenarnya, itu terbukti banyaknya tempat-tempat wisata yang
banyak dikunjungi wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Objek wisata
yang bisa ditemukan di Kota Malang yang selalu ramai dikunjungi
diantaranya yaitu :
BALAI KOTA & ALUN ALUN BUNDER
Di
Jalan Tugu adalah bangunan kuno peninggalan jaman kolonial Belanda.
Monumen tugu adalah eks taman JP Zoen Coen yang di kelilingi kolam dan
di tumbuhi Lily air serta di kelilingi oleh pohon Trembesi raksasa yang
berusia sangat tua.
PASAR BURUNG DAN PASAR BUNGA
Di Jalan Brawijaya, di jual berbagai macam burung dan bunga hidup di Malang dan Indonesia serta kios-kios buku bekas yang cocok bagi pemburu buku-buku kuno.
Di
Jl Belakang Rumah sakit merupakan sarana hiburan anak-anak dan dewasa,
di lengkapi dengan arena bermain dan kolam renang. Di setiap Minggu
pagi di pentaskan hiburan Tari Jaran Kepang dan band. Juga merupakan tempat latihan tari, pencak silat dan karate. Terletak hanya 500 meter dari pusat kota.
ALUN ALUN KOTA
Merupakan Tamakn yang Indah dikelilingi oleh bangunan kuno seperti masjid Jami dan gereja Katolik serta pusat perbelanjaan.
TAMAN KRIDA BUDAYA
JL Soekarno Hatta merupakan tempat penyelenggaraan kegiatan Seni Budaya dan Pariwisata Jawa Timur dan Malang.
SENTRA INDUSTRI KERAMIK
Di
Jl MT Haryono dan MayJend Panjaitan merupakan pusat keramik khas
Malang. Pengunjung dapat menyaksikan dan melihat proses pembuatan di
pabrik.
TAMAN TLOGOMAS
Di daerah tlogomas merupakan tempat rekreasi yang di lengkapi kolam renang dan arena bermain berjarak 7 km dari pusat kota.
IJEN BOULEVARD DAN MUSEUM BRAWIJAYA
Di Jalan Ijen merupakan jalur hijau
yang di hiasi bunga Bougenvil dan pohon Palem dengan latar belakang
perumahan bergaya kolonial Belanda. Museum TNI menyimpan senjata
tradisional dan modern yang pernah di pakai pada perang kemerdekaan.
KERAJINAN ROTAN
Di Arjosari, tempat pembuatan dan penjualan kerajinan rotan di Malang. Berjarak lebih kurang 5 km dari pusat kota.
PASAR WISATA TUGU
Dapat dijumpai pada setiap hari
Sabtu Sore dan Minggu pagi mulai pukul 5 Pagi hingga 10.00 di stadion
luar Gajayana. Bermacam kerajinan dan souvenir dapat di jumpai disini.
bahkan segala macam kebutuhan rumah tangga, jenis-jenis makanan
tradisional dan produk unggulan dapat di temukan disini.
TAMAN REKREASI RAKYAT
Taman
Rekreasi Kota (Tareko), terletak di tengah Kota Malang yaitu di Jl.
Simpang Majapahit, tepatnya di belakang Gedung Balaikota Malang,
Dibangun pada tahun 2002, Taman Rekreasi Kota Malang adalah untuk
memenuhi keinginan masyarakat akan sarana rekreasi atau tempat bermain
anak-anak di tengah kota yang memadai dan terjangkau. Taman Rekreasi
Kota Malang memiliki fasilitas antara lain :
Sarana olah raga :
- Joging track
- Kolam renang
- Area senam bersama
Sarana pendidikan
- Jenis-jenis tanaman
- Taman mini aneka satwa
- Tempat bermain anak
Sejarah
Nama "Malang" berasal dari Candni Malang Kucecwara, sebuah candi yang terletak di kaki Gunung Buring di timur kota Malang. Candi tersebut dibangun pada abad ke-15.
Seperti
halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang
modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial
Hindia Belanda. Fasilitas umum
direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda.
Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya Ijen Boullevard
dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh
keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk
pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas
yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang menjadi monumen
hidup dan seringkali dikunjungi oleh keturunan keluarga-keluarga
Belanda yang pernah bermukim di sana.
Pada tahun 1879, di kota Malang mulai beroperasi kereta api dan
sejak itu kota Malang berkembang dengan pesatnya sampai saat sekarang
ini yang sudah sangat berkembang pesat di berbagai bidang.
Berkembang dan majulah terus Kota Malang...


No comments:
Post a Comment